Rumah Tulisan header image 1

Akhir Menyenangkan Tiga Pekan Melelahkan

May 15th, 2008 · 3 Comments

Makan malam di Melasti Tanah Lot jadi akhir yang menyenangkan setelah tiga minggu ini penuh dengan pekerjaan. Kami di atas tebing sekitar 1 km utara pura Tanah Lot. Sambil bersantap, kami menikmati matahari yang pelan-pelan tenggelam ditelan samudra.

Ketika semburat merah di ufuk barat makin pekat, lalu gelap diam-diam merayap, segelas cocktail -lucu juga namanya kalau dipisah jadi dua “cock” dan “tail”- dihidangkan. Minuman yang disebut juga jungle juice ini campuran dari arak dan soft drink. Warnanya merah marun. Menyegarkan. Rasanya manis. Makanya tidak terasa kadar alkoholnya. Tahu-tahu kepalaku langsung pusing meski baru minum setengahnya. Yaudah, aku ganti dengan kelapa muda saja.

[Read more →]

→ 3 CommentsTags: Aneka Rupa · Daily Life · Perjalanan

Menunggu Godot, Menunggu Kesia-siaan

May 14th, 2008 · 5 Comments

Putu Satria Kusuma, pemain teater dari Singaraja, memainkan naskah keren hari ini: Waiting for Godot. Selain keren permainannya, Bli Putu dan tiga teman lain (Aji, Eka, dan Wijaya) juga memainkan naskah yang tepat –sangat tepat malah- dengan situasiku saat ini.

Naskah yang disebut The Massachusetts Review (Autumn, 1999) sebagai “The Most Significant English Language Play of the 20th Century” ini dimainkan Bli Putu di sela evaluasi bulanan kantor tempat aku kerja part time. Tiap enam bulan, kami memang membuat evaluasi internal terkait program. Karena ingin sesuatu yang berbeda, maka kami sepakat untuk mengundang pemain teater yang bisa memainkan naskah Waiting for Godot. Sekalian untuk mengkritik kebiasaan kami di kantor, menunggu sesuatu yang tidak jelas.

[Read more →]

→ 5 CommentsTags: Pekerjaan

Just Take The Risk

May 13th, 2008 · 17 Comments

Aku menulis ini agak emosional. Itu sah saja. Aku toh bukan malaikat yang harus sok suci dan merasa baik-baik saja ketika banyak orang seperti menuding padaku, “KAMU SALAH!” atas sesuatu yang aku lakukan dengan maksud berbuat baik. But, well, tudingan itu anggap saja seperti lagu Coldplay, “That the risk you have to take..”

Sekadar curhat saja. Aku mencoba mengambil inisiatif untuk memfasilitasi kopdar BBC, dan kemudian ada juga pernyataan sikap setelah itu. Di antara tumpukan pekerjaan minggu2 ini yang bikin aku tertekan, aku masih coba sempatkan utk ngurusi kopdar.

[Read more →]

→ 17 CommentsTags: Daily Life

Pekerjaan-pekerjaan yang Menumpuk Itu

May 12th, 2008 · 1 Comment

Ini memang benar-benar tumben. Biasanya, sebanyak apa pun pekerjaan, aku masih sempat untuk ngeblog. Tapi sekitar tiga minggu ini aku merasa banyak sekali hal yang menarik dan harus aku catat, namun aku tidak sempat melakukannya.

Maka, aku hanya bisa mengeluh.

Inilah pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk itu sekitar tiga minggu terakhir.

- Persiapan international editor meeting (dua pekan lalu)
- International editor meeting (pekan lalu)
- Diskusi tematis majalah dan evaluasi semesteran tempat kerja part time (pekan ini)

Akibatnya, beberapa pekerjaan lain pun belum selesai juga:

- Tulisan untuk Jurnal WACANA (sudah lewat deadline)
- Tulisan Bali Journey dan Travel Lokal untuk Appetite Journey (hampir deadline)

→ 1 CommentTags: Pekerjaan

Hapuskan Pasal Pengekang Kebebasan Informasi!

May 11th, 2008 · 6 Comments


April lalu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Selain mengatur masalah transaksi elektronik, UU No 11 tahun 2008 ini juga mengatur ketentuan tentang informasi di dunia maya. Aturan-aturan itu rentan mengancam kebebasan berekspresi terutama pada Pasal 27 ayat (1), Pasal 27 ayat (3), Pasal 28 ayat (2), dan Pasal 31 ayat (3).

Pasal-pasal tersebut pada umumnya memuat aturan-aturan warisan pasal karet (haatzai artikelen), karena bersifat lentur, subjektif, dan sangat tergantung interpretasi pengguna UU ITE ini. Selain itu, materi pada pasal-pasal tersebut juga bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) terutama tentang kebebasan informasi dan kebebasan berekspresi maupun UUD 1945 tentang kebebasan berpendapat. Sebab setiap pengguna informasi, termasuk blogger di dalamnya, bisa diancam hukuman penjara kapan saja.

[Read more →]

→ 6 CommentsTags: Blogging · Pikiran

Di Sini. Di Rumah Ini..

May 8th, 2008 · 7 Comments

—buat Bani dan Bunda

Maka, di sinilah aku berlabuh.
Di rumah kita yang teduh..

~ayah~
08.05.08

→ 7 CommentsTags: Daily Life

Satu Bahasa, Banyak Aksennya

May 6th, 2008 · 5 Comments

Ketemu banyak orang dari beragam latar belakang memang menyenangkan. Aku bisa belajar banyak hal pula dari mereka. Begitu pula selama International Editor Meeting majalah tempatku kerja part time di hotel Mercure Sanur sejak Minggu lalu. Salah satu yang kupelajari adalah soal bahasa.

Pertemuan selama enam hari ini menggunakan bahasa Inggris, tentu saja. Namun karena sebagian besar bukan penutur asli (native speaker) bahasa Inggris, maka sangat terasa bedanya dibanding penutur asli. Bisa jadi karena si penutur memang tidak sepenuhnya bisa ngomong bahasa ini dengan baik, bisa jadi juga karena aksennya yang memang tidak ramah di telingaku sehingga susah kumengerti. Tapi, kemungkinan besar adalah karena kemampuanku mendengar bahasa Inggris (listening) memang payah. Makanya aku susah mengerti. :(

[Read more →]

→ 5 CommentsTags: Pikiran

Dari Kelender Tema sampai si Cantik Adriana

May 5th, 2008 · 2 Comments

Setelah pembukaan International Editor Meeting Minggu sore kemarin, salah satu acara yang asik adalah bazar. Tentu saja tidak seperti bazar di Sekaa Teruna Teruni banjar atau bazar cari duit seperti yang pernah aku lakukan. Bazar di ruang Pandu II hotel Mercure Sanur ini lebih pada untuk mengenal majalah regional negara lain. Karena itu masing-masing negara ikut bazar ini.

Sebelum itu, ada baiknya aku nulis latar belakang majalah ini. Biar lebih jelas. Sebab kemarin tidak sempat cerita.

Majalah tempat aku kerja part time adalah bagian dari jaringan global majalah advokasi pertanian berkelanjutan. Induk majalah, namanya LEISA, akronim dari low external input for sustainable agriculture, berpusat di Belanda. Majalah edisi regional terbit di Indonesia, Brazil, Peru, China, India, dan Senegal. Nama majalah di masing-masing negara berbeda-beda. Di Indonesia, misalnya, bernama Salam. Di Senegal bernama Agridape. Dan seterusnya. Tiap tahun, editor majalah ini bertemu untuk mendiskusikan tema dan hal-hal lain terkait pertanian berkelanjutan.

[Read more →]

→ 2 CommentsTags: Aneka Rupa · Pekerjaan

Blogku pun jadi Anak Tiri

May 4th, 2008 · 9 Comments

Minggu yang (sepertinya) akan melelahkan pun dimulai hari ini. Sore tadi sekitar pukul 5, pertemuan editor internasional majalah pertanian berkelanjutan LEISA dibuka. Ini adalah rapat tahunan majalah global LEISA yang membahas masalah low external input for sustainable agriculture (LESIA). Pertemuan ini dihadiri semua jaringan LEISA dari banyak negara antara lain Senegal, Brazil, Peru, India, China, Indonesia, dan tentu saja para big bos dari kantor pusat di Belanda.

Kegiatannya di hotel Mercure Sanur. Banyak cerita yang ingin aku bagi. Tapi, waduh, ternyata kegiatannya bikin elek. Mulai dari pukul 9 pagi kelar sampai pukul 6.30an petang. Lalu aku sampai di rumah sekitar 9-10 malam karena harus nemenin dinner dulu.

Sepertinya blog pun harus dijadiin anak tiri dulu. :(

→ 9 CommentsTags: Aneka Rupa

May Day dan Cerita Miris tentang Jurnalis

May 1st, 2008 · 13 Comments

Tiap 1 Mei, kaum buruh sedunia memperingati hari buruh internasional yang akrab disebut May Day. Sejarah May Day berawal dari Amerika Serikat ketika buruh di negara industri itu mulai sadar untuk menolak eksploitasi berlebihan terhadap tenaga mereka. Saat itu, pada 1889, melalui perjuangan heroik dan berdarah-darah, buruh di Amerika bisa memperjuangkan agar mereka bisa bekerja maksimal hanya delapan jam tiap hari.

Hasil perjuangan berdarah ini kemudian adalah diterapkannya delapan jam kerja tiap hari sebagai standar perburuhan internasional. Maka, sejak 1 Mei 1890, kaum buruh sedunia pun menjadikan hari itu sebagai momentum untuk merayakan hasil perjuangan itu. Pada perjalanannya, May Day kemudian juga menjadi waktu untuk meneriakkan tuntutan agar buruh mendapat imbalan yang layak atas jerih payah mereka.

[Read more →]

→ 13 CommentsTags: Jurnalisme · Pekerjaan